Ini Persamaan dan Perbedaan Haji Malaysia-Indonesia

Bachtiar Rajab
Jemaah haji di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Adapun terkait aturan yang berbeda dari Indonesia, yakni melarang penderita penyakit tertentu berangkat haji. Bahkan obesitas atau kegemukan juga menjadi salah satu syarat yang pantang dilanggar. 

"Ada aturan Body Mass Index (BMI) dihitung 40 ke atas tidak boleh berangkat. Kalau punya penyakit bawaan juga tidak dibenarkan berangkat,” ungkapnya. 

Selain obesitas, kata dia calon jemaah yang memiliki penyakit bawaan, seperti kencing manis dan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dilarang berangkat. Proses pemeriksaan kesehatan juga dilakukan hingga dua kali, termasuk tes PCR Covid-19.

“Ini yang membuat kita tidak ada jemaah yang sakit. Alhamdulillah jemaah datang sehat. Urusan ibadah juga mudah tidak ada yang tertinggal tidak ada yang jalan lambat,” paparnya.

Berbeda dengan Indonesia, lanjut Syed, jumlah jemaah haji Malaysia yang meninggal di Arab Saudi juga hanya 1 jemaah. Itupun meninggal sebelum puncak haji karena Pemerintah Malaysia merumuskan penyakit bawaan apa saja yang dilarang bagi jemaah haji.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
1 hari lalu

Prabowo Ingatkan TNI Tak Boleh Jauh dari Rakyat: Jiwa dan Ragamu Milik Indonesia!

1 hari lalu

Indonesia Diminta Ungkap Nama Perusahaan Malaysia Terlibat Karhutla

3 hari lalu

Balas Sindiran soal Orang Indonesia Cari Kerja, Shireen Sungkar: Kita ke Malaysia Shopping

6 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal