Inisiasi Fakultas Kedokteran dan Farmasi Militer di Unhan, Prabowo: Hadapi Ancaman Biologis

riana rizkia
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan jajaran dekan dan dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan (Unhan) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (5/1/2022). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan jajaran dekan dan dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan (Unhan) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (4/1/2022). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo kembali mengingatkan bagaimana sejarah pendirian Fakultas Kedokteran Militer Unhan yang salah satunya dilandasi oleh semangat bela negara.

Tujuannya agar Indonesia dapat mengatasi ancaman yang bersifat biologi seperti pandemi Covid-19 serta ancaman virus atau wabah penyakit serupa lainnya.

“Pendirian fakultas baru di Unhan seperti kedokteran, farmasi, teknik, dan MIPA itu karena kita mengantisipasi dan melihat perkembangan ancaman terhadap bangsa. Kita lihat ancaman biologis. Kita juga merasakan virus yang melanda, mulai dari virus yang macam-macam, kemudian SARS dan Avian Influenza (flu burung) yang mengancam kehidupan kita, peternakan kita, ekonomi kita,” ucapnya.

Sejalan dengan hal itu, pendirian Fakultas Farmasi Militer di Unhan tidak terlepas dari cita-cita Prabowo agar kelak Indonesia dapat memproduksi obat sendiri.

“Kenapa farmasi? sampai hari ini kita tidak bisa bikin obat. Negara keempat terbesar di dunia, ekonomi ke-16 G-20, obatnya semua impor. Hampir semua. Paracetamol, bahan bakunya impor. Obat sakit kepala, belum lagi obat malaria,” ucap Prabowo.

Pada dasarnya, pendirian kedua fakultas tersebut merupakan rencana jangka panjang pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang cakap dan andal. Dengan demikian, mereka akan menjadi komponen pertahanan yang dapat membantu negara untuk melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam menghadapi ancaman wabah penyakit.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
3 jam lalu

Poltracking: 63,2 Persen Rakyat Optimistis Pemerintahan Prabowo-Gibran Bisa Membaik

5 jam lalu

Warga Suku Dayak Bertato Bisa Masuk TNI, Menhan Sjafrie: Dikasih Privilege

5 jam lalu

Prabowo Ungkap Rencana Kembali Pangkas BUMN di Akhir 2026: Kita Hemat Rp100 Triliun

5 jam lalu

Menhan Minta Pengusaha yang Punya Alutsista hingga Helikopter Bantu Atasi Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal