"Tetapi tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tetapi tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya," ujar Nusron.
Lebih lanjut, Nusron menyebut, Prabowo bersama para pemimpin negara di kawasan Arab yang terdampak konflik berkomitmen mendorong terciptanya perdamaian di kawasan.
"Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," tuturnya.
Sebelumnya, inisiatif Prabowo untuk menjadi mediator konflik tersebut juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, Kemlu menyebut Presiden siap memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis keterangan Kemlu.