Lebih lanjut, Viori menjelaskan pelaksanaan MUN dilakukan dalam beberapa sesi dan dewan (council). Setiap dewan membahas isu global spesifik sesuai tema yang telah ditentukan penyelenggara.
Para peserta berdiskusi dengan memerankan delegasi negara yang telah dipilih atau ditetapkan panitia. Mereka dituntut menyampaikan pandangan resmi negara terkait isu yang dibahas serta merumuskan solusi bersama.
"Ada isu tertentu yang dipilih, misalnya topiknya kesetaraan gender. Jadi satu murid satu negara, mereka akan berikan sudut pandang negara itu kepada isu global yang didebatkan dan mereka bisa membuat solusi dari permasalahan tersebut," kata Viori.
Melalui ajang ini, Ipeka Integrated Christian School menegaskan komitmennya mencetak generasi muda yang kritis, berwawasan global, dan siap menjadi diplomat masa depan.