Artinya, rata-rata penduduk Jawa Barat yang berumur 25 tahun ke atas menyelesaikan pendidikannya hingga sekitar kelas IX atau setara dengan tamat jenjang SMP. Capaian ini mengalami akselarasi pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 3,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun, pengeluaran riil per kapita menunjukkan tren peningkatan positif sepanjang periode 2021–2025 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,29 persen per tahun. Pada 2025, nilainya mencapai 12,45 juta rupiah per tahun. Dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut tumbuh sebesar 2,39 persen atau meningkat sekitar 290 ribu rupiah.
Di sisi lain, indikator kemiskinan menunjukkan perbaikan yang signifikan. Jumlah penduduk miskin turun sebanyak 193,92 ribu orang, sejalan dengan persentasenya yang menurun sebesar 0,44 persen poin. Penurunan kemiskinan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat Jawa Barat, terutama pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kenaikan IPM Jawa Barat merupakan yang terbesar secara nasional. Berdasarkan data BPS, IPM Jawa Barat 2025 meningkat 0,98 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional. Hampir 1 poin kenaikannya," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Sementara itu, IPM provinsi lain seperti Jawa Timur naik 0,78 poin dan Jawa Tengah 0,90 poin. KDM berharap, dalam beberapa waktu ke depan, capaian IPM Jawa Barat bisa masuk 10 besar nasional.
Dirinya yakin, pembangunan yang terus dilakukan dapat meningkatkan IPM Jawa Barat. Dia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan IPM.