Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia bakal Meroket lagi?

Iqbal Dwi Purnama
Selat Hormuz (foto: AP)

Selain Timur Tengah, Ibrahim juga menyoroti konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung. Menurutnya, serangan terhadap fasilitas energi Rusia dapat mengurangi produksi minyak negara tersebut sehingga menambah tekanan terhadap pasokan minyak dunia.

"Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap instalasi minyak. Dampaknya produksi minyak Rusia mengalami penurunan dan hal itu akan memperkuat harga minyak mentah," ujarnya.

Meskipun saat ini terjadi kelebihan pasokan (oversupply), ketegangan geopolitik dinilai mampu mengubah arah pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.

Sebelumnya diberitakan, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu (12/7/2026) dini hari setelah sebuah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz hingga terbakar dan memaksa seluruh awaknya meninggalkan kapal.

Sebagai balasan, Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

Iran juga mengumumkan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut serta mengancam akan menyerang pangkalan musuh lainnya di kawasan jika kembali diserang.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
19 jam lalu

Trump Desak Warga AS Terima Lonjakan Harga Dampak Perang Iran

1 hari lalu

Distribusi Mulai Pulih, Harga Minyak Dunia Turun ke 89 Dolar AS per Barel

1 hari lalu

Pejabat Israel Sebut Iran Mungkin Serang Negaranya untuk Ganggu Pemilu

1 hari lalu

Perang AS-Iran Bisa Meledak Lagi! Israel Siapkan Skenario Serangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal