Isi Supersemar, Latar Belakang, Tujuan dan Dampaknya pada 11 Maret 1966 

Puti Aini Yasmin
Isi Supersemar, latar belakang dan tujuannya (Dok. Kemdikbud)

Dampak Supersemar

Supersemar yang diberikan kepada Soeharto digunakan dengan membubarkan dan melarang PKI, beserta massa yang bernaung di bawahnya atau satu asas dengan PKI di Indonesia.

Kemudian, Soeharto juga mengamankan 15 menteri yang dianggap terlibat dalam Gerakan 30 September. Isi Supersemar dan tindakan tersebut membuat kedudukan Soeharto semakin kuat dalam politik Indonesia.

Bahkan, dalam TAP MPRS NO XIII/MPRS/1966, Jenderal Soeharto membentuk Kabinet Ampera. Kabinet tersebut mengakibatkan adanya dualisme kepemimpinan nasional, yakni Soekarno sebagai pemimpin pemerintah dan Soeharto sebagai pelaksana pemerintahan.

Akhirnya, Soekarno menyerahkan kepemimpinannya kepada Soeharto pada 23 Februari 1967. MPRS pun mengadakan sidang istimewa dan mencabut kekuasaan negara dari Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden Indonesia. Soeharto pun resmi diangkat pada 27 Maret 1968 sebagai Presiden.

Demikian informasi terkait Isi Supersemar, latar belakang, tujuan dan dampaknya. Semoga bisa dipahami ya!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
19 hari lalu

Profil Soeharto Presiden ke-2 RI, Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Internasional
1 bulan lalu

Puncak Gunung Fuji Diselimuti Salju, 2 Pekan Lebih Cepat dari Tahun Lalu

Sains
1 bulan lalu

Berkenalan dengan Culiseta annulata, Nyamuk Pertama yang Ditemukan di Islandia

Nasional
2 bulan lalu

Sejarah Perusahaan Bata: Ada Sejak sebelum RI Merdeka, Kini Setop Produksi Alas Kaki

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal