"Jadi, kalau orang yang tinggal satu rumah, itu juga harus diobati. Ada lima orang, lima orang diobatin. Selama tiga bulan. Namanya terapi pencegahan tuberkulosis," kata Dante.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan. Pemerintah juga terus melakukan skrining dan identifikasi kasus di berbagai daerah.
Dante juga mengungkapkan tingginya kasus TBC di Indonesia dalam konteks global. Menurut dia, Indonesia saat ini berada di posisi kedua negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India.
"Berita tidak baiknya adalah bahwa kita (Indonesia) sekarang nomor dua di seluruh dunia setelah India, angka tuberkulosisnya," ujar Dante.
Pemerintah kemudian memperkuat upaya penemuan kasus dan pengobatan untuk menekan jumlah penderita.