Dante menyebut estimasi kasus TBC di Indonesia yang diidentifikasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengalami penurunan dalam satu tahun terakhir. Angkanya turun dari sekitar 1.090.000 menjadi 1.080.000 kasus.
Menurutnya, penurunan tersebut terjadi setelah kegiatan identifikasi dan pengobatan dilakukan secara masif di berbagai provinsi.
Selain skrining dan TPT, pemerintah juga mengembangkan pilihan pengobatan TBC dengan durasi lebih singkat. Dante mengatakan sebelumnya pengobatan TBC dapat berlangsung selama enam hingga sembilan bulan.
"Yang tadinya 6 sampai 9 bulan. 6 sampai 9 bulan kan bosen orang minum obat banyak begitu, banyak bisa sampai 9 tablet satu hari. Sekarang 1 bulan saja," katanya.
Pemerintah juga menjalankan program desa dan kelurahan siaga tuberkulosis atau Siaga TB untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan TBC.
Pemantauan penanganan TBC juga dilakukan secara rutin antara pemerintah pusat dan daerah. Evaluasi tersebut mencakup perkembangan angka kasus serta upaya penanggulangan yang dilakukan di masing-masing wilayah.