Jejak Karier Ki Anom Suroto: Maestro Wayang yang Menembus Lima Benua dan Mendunia!

Komaruddin Bagja
Dunia seni pedalangan Tanah Air kehilangan salah satu tokoh besarnya. Ki H. Ageng Anom Suroto Lebdonagoro, maestro wayang kulit asal Sukoharjo, meninggal dunia. (Foto: Istimewa).

Awal Perjalanan Karier

Jejak karier Ki Anom Suroto dimulai secara resmi pada tahun 1968, ketika ia tampil di Radio Republik Indonesia (RRI). Dari panggung radio itulah namanya mulai dikenal luas oleh masyarakat. Penampilannya yang memadukan suara merdu, narasi yang mendalam, serta gaya sabetan yang lembut namun berenergi membuatnya cepat populer di kalangan penikmat wayang kulit.

Kepopuleran Ki Anom tak hanya terbatas di tanah air. Ia kemudian menembus batas budaya dan tampil di berbagai negara. Ia dikenal sebagai dalang Indonesia pertama yang berhasil tampil di lima benua, memperkenalkan keindahan dan filosofi wayang kulit kepada dunia internasional. Salah satu momentum penting dalam kiprahnya adalah keterlibatannya dalam Pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat (KIAS) pada tahun 1991, yang menjadi tonggak sejarah pengenalan budaya Jawa di luar negeri.

Dedikasi dalam Pendidikan dan Kesejahteraan Seniman

Selain sebagai dalang, Ki Anom juga memiliki peran besar dalam pendidikan dan pembinaan seni pedalangan. Ia aktif membuka pelatihan dan kursus bagi calon dalang di kediamannya. Dengan cara ini, ia berharap regenerasi seniman pedalangan terus berjalan.

Tak hanya berhenti di dunia pendidikan, ia juga menunjukkan kepedulian sosial dengan mendirikan koperasi dan yayasan dalang. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni tradisi, agar profesi dalang dan pengrawit tetap bertahan di tengah tantangan zaman.

Penghargaan dan Gelar Kehormatan

Kiprah panjang Ki Anom Suroto diakui secara luas, baik oleh pemerintah maupun lembaga kebudayaan. Ia menerima berbagai penghargaan bergengsi sepanjang hidupnya. Pada tahun 1993, ia dinobatkan sebagai Dalang Kesayangan dalam Pekan Wayang Indonesia VI. Dua tahun kemudian, Presiden Soeharto menganugerahinya Satya Lencana Kebudayaan Republik Indonesia (1995) atas jasa-jasanya dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisi.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Amankan 119 Orang, Polisi Buru Dalang Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan

57 tahun lalu

Polisi Dalami Aktor dan Donatur di Balik Rencana Aksi Rusuh saat May Day

57 tahun lalu

Jejak Karier Ki Anom Suroto, Maestro Wayang Kulit dari Jawa Tengah

57 tahun lalu

Kabar Duka, Dalang Legendaris Ki Anom Suroto Meninggal Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal