Jejak Sejarah Pendidikan di Indonesia, Berawal dari Sekolah Katolik di Maluku

Ajeng Wirachmi
Tim Litbang MPI
Suasana sekolah di zaman penjajahan. (Foto: Istimewa/KITLV)

VOC, kongsi dagang Belanda yang waktu itu sedang berjaya juga memerlukan tenaga pembantu atau staf dari masyarakat pribumi demi menggerakkan roda kekuasaannya. Maka dari itu, pendidikan sewajarnya diberikan Belanda agar para pribumi ini bisa melaksanakan tugasnya. Instansi pendidikan juga dimanfaatkan Belanda untuk membentuk kepribadian pribumi yang loyal dan dapat diandalkan. Contohnya komunitas imigran Kristen yang ada di Ambon.

Belanda mengeluarkan buku ajar pertamanya di tahun 1611. Buku tersebut berisi tentang penggunaan bahasa Belanda sebagai bahasa asing pertama di Nusantara dengan judul Ab Boeck, terbitan VOC. Buku berbahasa Melayu tersebut kemudian hilang dan tak diketahui bagaimana nasibnya. Pendidikan Barat terus mendominasi di Nusantara, hingga masa VOC berlalu di tahun 1799 dan kerajaan Belanda mengambil alih wilayah Nusantara pada tahun 1800.

Ada beberapa jenis sekolah di masa penjajahan Belanda, yani ELS (Europeesche Lagere Shool) atau SD yang diperuntukkan bagi anak-anak keturunan Eropa dan siswa pribumi yang orang tuanya merupakan tokoh berpengaruh atau bangsawan. Bahasa pengantar yang digunakan Belanda. 

ELS dibentuk pemerintah Belanda pada tahun 1817. Masih setingkat SD, ada pula HIS (Hollandsch Inlandsche School) yang merupakan sekolah khusus bumiputera dengan bahasa dasarnya Belanda. Sekolah ini berdiri pada 1914 ketika politik etis berlaku.

Melalui ELS itulah, siswa yang belajar wajib menggunakan bahasa Belanda di lingkungan sekolah dan pergaulan sehari-hari. Meskipun demikian, mereka dapat berbicara menggunakan bahasa lain dengan orang tua atau kerabatnya di rumah. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
8 hari lalu

Pramono Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan, Buka Peluang Kerja Sama Lintas Negara

10 hari lalu

Presiden Prabowo Ungkap Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa RI, Ini Bidang yang Dibuka

13 hari lalu

Setelah Prancis, Demo Pelajar SMA Menjalar ke Belgia: Ratusan Remaja Ditangkap 

14 hari lalu

Polemik Syarat Pendidikan Gibran, Eks Komisioner KPU Dorong Aturan Lulusan Luar Negeri Diperjelas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal