Jembatan Pongpet dan Alarm Kegagalan Tata Kelola

iNews
Pimpinan Ombudsman RI, Maneger Nasution. (Foto: Dok. Ombudsman RI)

Jika risiko-risiko itu tidak diantisipasi, maka persoalan sesungguhnya ada pada tata kelola, bukan lagi sekadar persoalan teknis.

Jangan Menunggu Korban Jiwa

Yang paling mengkhawatirkan dari berbagai peristiwa keselamatan publik yang pernah terjadi di Indonesia adalah melakukan evaluasi besar setelah korban berjatuhan.

Padahal, tidak adanya korban jiwa tidak berarti tidak ada persoalan. Justru keselamatan publik harus menggunakan prinsip sebaliknya: jangan pernah menunggu korban untuk menemukan kesalahan sistem.

Jembatan Pongpet seharusnya menjadi peringatan dini. Hari ini mungkin hanya terjadi kerusakan. Hari ini mungkin tidak ada korban jiwa. Tetapi bagaimana jika peristiwa serupa terjadi ketika jembatan digunakan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari? Bagaimana jika yang berada di atas jembatan adalah anak-anak, orang tua, atau warga yang sedang membawa barang?

Dengan demikian, penyelenggara negara tidak boleh mengukur keberhasilan keselamatan hanya berdasarkan jumlah korban. Keselamatan adalah kewajiban sebelum kecelakaan terjadi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Jembatan Gantung di Pangandaran Anjlok Usai Diresmikan, Bupati Turut Jadi Korban

2 hari lalu

Dandim Pangandaran Ungkap Penyebab Jembatan Gantung Ambruk usai Diresmikan

2 hari lalu

Detik-Detik Jembatan Pangandaran Ambruk Saat Bupati dan Rombongan Melintas Terekam Kamera

7 hari lalu

Ombudsman Respons Polemik Rekening Aktivis Pati Botok, Soroti Potensi Maladministrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal