KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersama Sertu Sertu Ghalatry Sonny MS di Kejuaraan Tinju Internasional. (Foto dok TNI AD).
riana rizkia

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengaku bangga Sertu Ghalatry Sonny MS berhasil menjuarai tinju Internasional. Dudung pun menyematkan secara langsung Sabuk Emas KSAD kepada Sertu Ghalatry Sonny MS yang berasal dari Kodam III/Siliwangi.

Sertu Ghalatary menang dengan angka mutlak atas petinju asal Thailand Chanon Sankam pada Kejuaraan Tinju Internasional ABF Kelas Bulu Junior 55,3 Kg.

Dalam sambutannya, Jenderal Dudung mengatakan bahwa gelar kejuaraan tinju Internasional ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan dunia tinju Indonesia agar bisa bergairah dan bersemangat kembali.

“Juga menjadi arena untuk melahirkan petinju-petinju tangguh, andal dan bermental juara, yang ke depannya dapat tampil di level yang lebih tinggi dan bergengsi yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” katanya dalam keterangan pers, Minggu (18/9/2022).

Selain partai Tinju Internasional ABF Kelas Bulu Junior 55,3 Kg, kejuaraan tinju internasional yang dipromotori oleh Welly Koto ini, juga menampilkan partai tinju memperebutkan Sabuk World Boxing Council (WBC) Asia Continental dan lima partai tinju perebutan tingkat nasional, serta partai-partai tinju non title versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Pusat.

"Saya senang petinju Indonesia yang menang, sehingga petinju Angkatan Darat ada yang menyandang gelar juara internasional," ungkap Welly Koto sang promotor. 

Untuk diketahui, Ghalatry Sonny MS petinju Indonesia berhasil meraih Sabuk Asian Boxing Federation (ABF) dan Sabuk Emas KSAD, setelah dinyatakan menang angka mutlak atas petinju asal Thailand Chanon Sankam pada Kejuaraan Tinju Internasional ABF Kelas Bulu Junior 55,3 Kg yang digelar di Gedung Balai Sarbini Jakarta Selatan. (Jumat, 16/9/2022).

Dengan kemenangan ini, catatan rekor Ghalatry menjadi 6 kali menang dan 7 kali kalah (6-7-0, 3 KO) semenjak terjun ke dunia tinju profesional di tahun 2015.


Editor : Faieq Hidayat

BERITA TERKAIT