Menurutnya, dalam konteks membantu mengatasi kesulitan masyarakat, TNI AD telah melakukan berbagai kegiatan serupa seperti menggiatkan program TNI AD manunggal air, yang bertujuan untuk membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat. Selain itu, program ketahanan pangan, vaksinasi Covid-19, bantuan penanganan bencana alam dan sebagainya.
Dia menegaskan program-program itu cukup menjadi bukti TNI AD senantiasa hadir untuk mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.
"Secara internal, hal tersebut juga merupakan implementasi dari delapan wajib TNI khususnya pada butir kedelapan yang berbunyi bahwa TNI harus menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya," ujar Tatang.
Oleh karenanya, permasalahan minyak goreng dianggap TNI juga krisis yang dihadapi oleh negara dan rakyat. Sehingga, sebagai alat negara, TNI wajib hadir di tengah kesulitan rakyat.
Apalagi menurutnya TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Dia menegaskan TNI AD dalam hal ini tidak selayaknya berpangku tangan melihat kesulitan yang tengah menimpa masyarakat.
"Oleh karena itu, terkait kehadiran TNI AD di tengah-tengah masyarakat karena krisis minyak goreng yang terjadi saat ini merupakan krisis yang dihadapi negara dan TNI sudah selayaknya harus hadir dalam upaya-upaya untuk membantu mengatasi krisis tersebut," tutur Tatang.