Jokowi Sebut Politik Genderuwo, Ini Pandangan Perindo

Aditya Pratama
Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Setelah melontarkan ungkapan 'politisi sontoloyo', Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut 'politik genderuwo' dalam pidatonya. Politik genderuwo untuk menggambarkan politisi yang menakut-takuti masyarakat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi harus dimaknai sebagai pengingat bahwa situasi politik yang terjadi sekarang ini.

"Politik genderuwo itu sebagai ungkapan bahwa situasi politik hari ini sedang suasana yang sangat menakutkan," ujar Rofiq kepada iNews.id, Jumat (9/11/2018).

Rofiq melanjutkan, apa yang dimaksudkan dengan menakutkan yakni kebenaran tidak lagi menjadi acuan dalam berpolitik oleh sebagian kalangan.

"Politik tidak mengedepankan gagasan, politik lebih serius dijadikan sebagai ajang untuk menabur permusuhan, saling benci dan politik sedang berada dalam lorong gelap," tuturnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
2 hari lalu

Jokowi Singgung Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran, Ray Rangkuti: Ada Kepanikan

2 hari lalu

Denny Indrayana Jawab Jokowi: Cawe-Cawe Pilpres 2024 Justru Operasi Politik

3 hari lalu

Jokowi Buka Suara soal Wacana Hak Angket DPR terkait Ijazah Gibran

4 hari lalu

Kubu Dokter Tifa Nantikan Kehadiran Jokowi di Sidang: Kami Tak Sabar Lihat Ijazah Bapak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal