KAHMI Desak Pemerintah Batalkan Program Kartu Prakerja

Riezky Maulana
Majelis Nasional (MN) KAHMI. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Program Kartu Prakerja yang disiapkan pemerintah menuai polemik. Hal itu karena anggaran yang disediakan mencapai Rp20 triliun, yang di dalamnya Rp5,6 triliun untuk pelatihan daring alias secara online.

Majelis Nasional (MN) KAHMI mendesak pemerintah segera membatalkan program Kartu Prakerja. MN KAHMI menilai, penggunaan APBN yang sangat besar untuk pelatihan berbasis daring sangat tidak relevan dan tidak memiliki hal yang sangat penting.

"Di saat segenap elemen bangsa sedang memberi atensi dan fokus mencegah seberan wabah pandemi virus corona (Covid-19) dan dampaknya terhadap ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat," kata Sekjen KAHMI Manimbang Kahariady dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dia menjelaskan, dana yang sangat besar tersebut bisa dialihkan untuk membantu ketersediaan alat kesehatan (alkes). Selain itu juga dapat digunakan mendukung pengadaan pangan yang semakin dibutuhkan dalam beberapa waktu ke depan.

"Ini lebih mendesak dan lebih dibutuhkan, daripada memaksakan pelatihan online saat ini," katanya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
7 hari lalu

Tetap Tenang dan Waspada, Negara Hadir di Tengah Ujian Alam

11 hari lalu

David Pajung Duga Ada Upaya Pecah Belah di Balik Kericuhan 27 Agustus

16 hari lalu

MK Cabut Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP, Tegaskan Harus Terbuka Dikritik

16 hari lalu

Breaking News: MK Putuskan Penghinaan Pemerintah Tak Bisa Dipidana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal