JAKARTA, iNews.id – Kontestasi Pilpres 2019 mempertemukan dua pasangan calon, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Meski belum ditetapkan resmi oleh KPU, hawa persaingan mulai tajam.
Presiden Jokowi yang merupakan capres petahana, bersama Kiai Ma’ruf tak luput dari kritik dan ‘serangan’. Berbagai isu dijadikan amunisi oleh lawan, mulai tayangan iklan kinerja pemerintah di bioskop hingga usulan debat menggunakan Bahasa Inggris.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Mahendra Sinulingga melihat persaingan antara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi saat ini sebenarnya baru sebatas riak-riak kecil. Dia juga melihat kritikan tentang iklan kinerja Jokowi yang terus dilancarkan kubu Prabowo-Sandi sebagai candaan belaka.
Bagaimana sebenarnya TKN Jokowi-Ma’ruf merespons sejumlah kritikan itu? Apa strategi mereka untuk memenangkan Pilpres 2019? Berikut petikan wawancara dengan Arya Sinulingga di kantor TKN, Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018):
Bagaimana Anda melihat isu-isu yang berkembang saat ini?
Saya melihat bahwa pertempurannya cuma kecil. Jadi belum menunjukkan pertempuran sebenarnya. Tapi mungkin, mungkin, setelah tanggal 23 (masa kampanye dimulai), mungkin muncul. Tapi saya melihat hanya riak-riak saja. Jadi, belum ada isu yang cukup kuat seperti program-program atau apa, belum juga. Di sisi lain saya lihat ini (justru) yang diributkan ayo debat Bahasa Inggris, enggak substansi gitu loh.