Kaleidoskop 2024: Akhir Kemesraan Jokowi dan PDIP usai 2 Dekade

Rizky Agustian
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato di HUT ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 10 Januari 2023. (Foto: PDI Perjuangan/YouTube)

JAKARTA, iNews.id - Ketegangan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencapai puncaknya pada akhir 2024. Mantan gubernur DKI Jakarta itu dipecat dari keanggotaan partai berlambang banteng.

Pemecatan itu mengakhiri kemesraan Jokowi dan PDIP usai dua dekade. Praktis, kedua pihak kini berseberangan.

Hubungan keduanya sudah terjalin sejak Jokowi bergabung ke PDIP pada 2004 lalu. Sejak saat itu, Jokowi selalu disokong PDIP hingga memenangkan berbagai pemilihan umum seperti Pilkada Solo 2005 dan 2010, Pilgub Jakarta 2012 hingga Pilpres 2014 dan 2019.

Hubungan Merenggang

Kerenggangan hubungan Jokowi dan PDIP memuncak saat kontestasi Pilpres 2024. Meski tak pernah terang-terangan menyatakan dukungan, Jokowi dinilai berbagai pihak meng-endorse Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencalonkan diri sebagai presiden berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka yang tak lain merupakan putra sulung eks wali kota Solo itu.

Manuver itu ditandai dengan pertemuan empat mata antara Jokowi dan Prabowo dalam berbagai kesempatan. Salah satunya saat keduanya makan malam pada 5 Januari 2024.

Presiden Jokowi makan malam dengan Prabowo Subianto pada 5 Januari 2024. (Foto: Tangkapan Layar)

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Nusron Wahid menyatakan momen makan malam itu menguatkan dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran.

"Selama ini (PDIP) jagonya itu selalu ingin dikait-kaitkan dengan Pak Jokowi. Dan saat ini sudah dengan terang benderang lebih banyak berpihak akan mendukung pada Pak Prabowo dan Mas Gibran," ujar Nusron, Selasa (6/1/2024).

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Buletin
4 jam lalu

Haru! Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Langsung Sujud Syukur Diiringi Selawat

Nasional
18 jam lalu

Laporkan Feri Amsari ke Polisi, LBH Tani Nusantara: Dia Menyinggung Perasaan Rakyat

Buletin
22 jam lalu

Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara, Sempat Alami Tekanan Psikologis

Buletin
2 hari lalu

Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga Resmi Berlaku, Atur Gaji, Jam Kerja hingga Larangan Eksploitasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal