Kasus Jiwasraya, Kejagung Bersama BPK Dalami Temuan Fee Broker Fiktif Rp54 Miliar

Irfan Ma'ruf
Ilustrasi, Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). (Foto: Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah mendalami dugaan fee broker fiktif yang diperkirakan mencapai Rp54 miliar. Dana tersebut mengalir ke broker atau perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan, Jiwasraya seharusnya tidak mengeluarkan fee broker. Dalam pengecekan ditemukan laporan fiktif tanpa ada transaksi sebelumnya.

"Nah fee yang dikeluarkan ke broker itu yang dianggap melanggar hukum seharusnya tidak diterima oleh mereka (perusahaan sekuritas). Contoh seperti tadi fiktif, dia tidak melakukan (transaksi) apa-apa, tapi ada uang keluar (dalam laporannya)," ujar Febrie di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Dia belum bisa memastikan angka Rp54 miliar tersebut masuk ke rekening siapa saja. Saat ini penyidik masih mengembangkan kasus Jiwasraya.

"Hasil penyidikan ada 5 (tersangka) ini melawan hukum. Termasuk para tersangka yang sudah ditahan dari Jiwasraya dan swasta kita kembangkan juga," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Keuangan
11 jam lalu

MNC Sekuritas Buka Wawasan Investor lewat Investor Gathering & Corporate Forum 2026

Nasional
3 hari lalu

BEI Resmi Buka Informasi Pemegang Saham di Atas 1 Persen ke Publik

Bisnis
3 hari lalu

OJK Targetkan 75 Persen Emiten Penuhi Aturan Free Float Baru Tahun Ini

Keuangan
6 hari lalu

IHSG Sepekan Melemah 0,44 Persen, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp14.787 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal