Kekeringan Mengintai, Kementan Minta Petani Optimalkan Pompa Air

Tangguh Yudha
Ilustrasi kekeringan (foto: Freepik)

Selain optimalisasi pompa air, Kementan mengimbau petani dan pemerintah daerah mulai melakukan langkah antisipatif lain, seperti mengidentifikasi sumber air, memperbaiki galengan, mengatur pola tanam, serta menerapkan pergiliran distribusi air secara efektif.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi pelajaran penting dalam menyusun strategi saat ini.

Saat itu, pemerintah sempat memperkirakan kebutuhan impor beras hingga 10 juta ton akibat ancaman kekeringan. Namun melalui percepatan pompanisasi, perbaikan irigasi, dan optimalisasi lahan, impor beras berhasil ditekan menjadi sekitar 3 juta ton.

“Dulu tahun 2023 itu ada El Nino juga yang tidak kalah kerasnya, dahsyatnya. Rencana waktu itu saya masih ingat dalam Ratas kita mau impor beras 10 juta ton. Tapi dengan kerja keras, paralel, sambil kita kerja keras mengantisipasi El Nino, kita melakukan pompanisasi, irigasi, oplah, itu kita berhasil menekan impor hanya sekitar 3 juta ton,” katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
4 hari lalu

BMKG Sebut Mayoritas Wilayah Indonesia Baru Masuk Musim Hujan Desember 2026

6 hari lalu

Kekeringan Landa 600 Hektare Sawah di Bekasi, BBWS Citarum Operasikan 3 Pompa Air

10 hari lalu

Ngeri! Super El Nino Bisa Renggut 451.000 Nyawa di Seluruh Dunia

10 hari lalu

Temui 1.000 Petani Indramayu, Mentan Amran Bentuk Kelompok Maju Berani Berjuang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal