Penguatan ekoteologi diwujudkan melalui 1.826 madrasah adiwiyata dengan target penambahan ratusan tiap tahun, serta penanaman 50.000 bibit pohon.
Jumlah madrasah inklusif juga melonjak dari 728 pada 2023 menjadi 1.853 pada 2025, disertai penguatan regulasi dan Unit Layanan Disabilitas. Secara nasional, terdapat 2.665 Madrasah Ramah Anak.
Dalam aspek sarana, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) mengalokasikan Rp402,86 miliar untuk revitalisasi dan digitalisasi madrasah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjangkau 13.703 madrasah dengan 2,31 juta siswa, sementara lebih dari 9,1 juta siswa mendapat layanan kesehatan gratis.
Nyayu menegaskan, strategi berbasis data menjadi fondasi jangka panjang. “Madrasah diposisikan sebagai instrumen pembangunan manusia—unggul secara akademik, sehat, inklusif, dan berkarakter,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Asta Cita Presiden, Kemenag menetapkan MAN Insan Cendekia OKI dan MAN IC Gorontalo sebagai Sekolah Garuda Transformasi. Status ini memperkuat reputasi kelembagaan, kurikulum sains, serta membuka akses studi ke luar negeri.
Dengan lebih dari 10,5 juta siswa aktif dan 88.000 lembaga, Kemenag menilai penguatan mutu madrasah menjadi kunci pembangunan sumber daya manusia nasional.