Kemenag Evaluasi Masalah Verifikasi Data Jemaah Haji 2023, Tahun Depan Pakai AI

Sucipto
Ilustrasi jemaah haji tiba di Indonesia (Foto: Antara)

"Misalnya, jika nama yang dimasukkan adalah Faisal, maka jika hanya satu kata tidak bisa diproses. Namun, dalam permintaan visa terdapat tiga nama dalam endorsement, dan setelah dilampirkan dengan lengkap baru dapat diproses," ujarnya.

Dengan demikian, tidak akan seperti sekarang di mana dokumen terus-menerus dilemparkan dari kabupaten ke provinsi, dari provinsi ke pusat, dan dari pusat kemudian dilemparkan kembali ke kabupaten dan kota.

"Ke depan, di tingkat kabupaten dapat dilakukan penghentian. Saya telah mempelajari sistem Siskohat, hal ini dapat diwujudkan. Namun, terkadang perlu akselerasi dari saya agar dapat terealisasi," katanya.

Selain itu, perubahan konfigurasi jumlah kursi pesawat dari 480 menjadi 400 juga terjadi karena terlambatnya proses validasi data jemaah.

"Ini juga menjadi catatan yang akan saya perbaiki, yaitu penyiapan data dokumen jemaah. Proses permintaan visa pada tahun lalu keluar di saat injury time. Jika semuanya lengkap sejak awal, itu akan luar biasa," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
9 hari lalu

Prabowo bakal Bicara soal Pandangan RI saat Hadiri KTT BRICS di India

10 hari lalu

Indonesia Prihatin Konflik di Yaman Memanas, Serukan Upaya Diplomasi

10 hari lalu

Mengejutkan! AI Diyakini Bisa Temukan Obat Kanker di Masa Depan

11 hari lalu

Luhut Ungkap Bansos Berbasis AI Diluncurkan Oktober 2026, 50 Juta Warga Jadi Sasaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal