Dia menjelaskan, ajang tersebut menunjukkan, PTKIN tidak hanya berperan mencetak lulusan yang unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan bersaing di bidang sains dan teknologi pada tingkat global.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih gelar juara umum. Sejumlah kampus lain juga meraih juara pertama di berbagai cabang, di antaranya UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Walisongo Semarang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof Abdur Rozaki mengapresiasi semangat dan sportivitas para peserta. Dia mengatakan penyelenggaraan kompetisi nasional tersebut dipersiapkan selama empat bulan melalui kerja sama berbagai pihak.
Dia juga menegaskan proses penjurian berlangsung secara independen tanpa intervensi panitia.
“Kami tidak melakukan intervensi terhadap dewan juri. Juri sudah disumpah untuk menjaga integritas. Bagi anak-anak kita yang menang, teruslah menjadi ilmuwan, agamawan, dan saintis. Bagi yang belum berhasil, masih ada waktu untuk mengikuti OASE keempat yang insyaallah akan digelar di Jawa Timur,” ucapnya.
Melalui OASE III PTKIN 2026, Kementerian Agama berharap semakin banyak mahasiswa kampus Islam negeri yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.