Usai meninjau proses evakuasi di Sumenep, Dudy melanjutkan pemantauan ke Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Posko tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi penanganan kecelakaan sekaligus layanan bagi korban dan keluarga. Di lokasi itu dilakukan penanganan medis awal, pendataan ulang korban, serta penyampaian informasi resmi kepada keluarga korban.
Dudy juga mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah di Madura, Basarnas, TNI, Polri, serta pemilik dan operator kapal yang terlibat dalam proses penyelamatan.
"Saya mengapresiasi langkah proaktif pemerintah daerah di Madura yang telah menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, dan tim di wilayah perairannya masing-masing untuk membantu proses penyelamatan. Sinergi seperti ini sangat penting dalam mempercepat evakuasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.
Diketahui, KM Mutiara Sentosa II terbakar di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Informasi kejadian diterima Kemenhub sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget bersama Basarnas.
Dalam operasi penyelamatan, Kemenhub mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 dan menyiapkan KN Masalembo. Proses evakuasi juga dibantu sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura untuk mempercepat penyelamatan korban.