Dari sisi kapasitas, Kemenhub mencatat pemanfaatan extra flight masih belum maksimal. Selama periode 18–30 Desember 2025, tingkat keterisian kursi (load factor) tercatat hanya 70,59 persen, menyisakan 21.180 kursi yang belum terpakai. Hingga 30 Desember 2025, sebanyak 294 extra flight telah digunakan dari total rencana 329 penerbangan.
"Jadi kalau ada informasi tiket mahal, sebenarnya masih ada sekitar 25 persen kursi yang belum terpakai," kata Lukman.
Secara nasional, Kemenhub telah menyetujui tambahan hingga 1.120 extra flight selama periode Nataru. Dari jumlah tersebut, baru 799 penerbangan yang terealisasi atau sekitar 71,51 persen, terdiri dari 788 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional.
Meski terjadi penurunan pada segmen domestik, Lukman menegaskan bahwa secara total, jika digabung antara penerbangan domestik dan internasional, pergerakan penumpang masih menunjukkan kenaikan tipis. Hingga 30 Desember 2025, total penerbangan meningkat 0,9 persen dan jumlah penumpang naik 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.