Kemenhut Mau Bangun Pasar Karbon Terkoordinasi di RI, Begini Caranya

Felldy Aslya Utama
Kemenhut mau perkuat pasar karbon di Tanah Air. (Foto: Freepik)

Pertama, mengakselerasi pembiayaan untuk pertumbuhan hijau dan inklusif. Kedua, menyeimbangkan pemenuhan target NDC di dalam negeri dan penjualan kredit karbon ke luar negeri. Ketiga, mendorong investasi rendah karbon yang bersifat katalitik dan menghasilkan manfaat ekonomi luas.

“Menegakkan prinsip-prinsip ini akan membantu memastikan bahwa pasar karbon Indonesia berfungsi sebagai sistem yang terkoordinasi yang menghubungkan ambisi iklim dengan investasi, daya saing, dan pertumbuhan berkelanjutan di seluruh perekonomian,” ujarnya.

“Jika kita membangun pasar karbon dengan koordinasi yang kuat, Indonesia tidak hanya memenuhi target iklimnya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat,” kata Edo.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

100 Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia, Kalteng Jadi Wilayah Terbanyak

3 hari lalu

Kabar Baik! Titik Panas Karhutla di 6 Provinsi Sumatera-Kalimantan Turun Drastis 98 Persen

3 hari lalu

Kemenhut Perketat Pengamanan Kawasan Bekas Karhutla di Kalteng, Plang Larangan Aktivitas Dipasang

4 hari lalu

Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal