Kemenkes: 25.000 Orang Indonesia Meninggal Dunia per Tahun akibat Kanker Darah

Niko Prayoga
Ilustrasi pasien kanker. (Foto: Ilustrasi AI)

"Kita sering mengira tulang itu organ struktural seperti bangunan beton. Tapi sebenarnya, di dalam tulang ada pabrik spesifik yang memproduksi sel-sel darah. Kalau pabrik ini mengalami kesalahan produk, timbul penyakit kanker darah," tutur Dante.

Menurut Dante, tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya tata laksana kanker yang tepat. Pemerintah pun mendorong penguatan layanan agar penanganan kanker darah dapat dilakukan secara lebih optimal.

RS Dharmais Kembangkan Transplantasi

Salah satu penanganan yang dikembangkan adalah transplantasi sumsum tulang atau transplantasi sel punca hematopoietik.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Eniarti mengatakan, pihaknya telah melakukan 16 transplantasi sel punca hematopoietik sejak program tersebut mulai dikembangkan pada 2016.

"Setelah melalui berbagai tahapan pengembangan, program transplantasi sumsum tulang di Rumah Sakit Kanker Dharmais terus mengalami perkembangan dan penguatan hingga tahun 2026 telah dilaksanakan 16 transplantasi sel punca hematopoietik," kata Eniarti.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 jam lalu

Aldi Taher Operasi Benjolan di Tangan, Ada Kaitannya dengan Riwayat Kanker Limfoma?

3 hari lalu

Anak Pejuang Kanker Butuh Dukungan Emosional di Tengah Pengobatan, Ini Alasannya

9 hari lalu

Sebelum Meninggal Dunia, Chad Gilbert Berjuang Melawan Kanker Langka

12 hari lalu

Dokter Bongkar Alasan Orang Indonesia Berobat Kanker di Singapura, Ternyata Karena Ini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal