Meski demikian, transplantasi sumsum tulang masih menghadapi tantangan, terutama dalam memperoleh donor dengan kecocokan penuh atau 100 persen.
Untuk memperluas peluang mendapatkan donor, RS Kanker Dharmais tengah mengembangkan layanan transplantasi haploidentical. Metode tersebut memungkinkan calon donor dengan kecocokan sekitar 50 persen menjadi salah satu opsi.
"Saat ini pelayanan yang sudah terstandarisasi dilakukan adalah layanan transplantasi alogenik full-match untuk menjawab kesulitan mendapatkan donor kecocokan 100 persen. Ke depannya akan tersedia layanan transplantasi sumsum tulang haploidentical yang memungkinkan orang dengan kecocokan 50 persen menjadi calon donor," ucap dr Eniarti.
Upaya penanganan kanker juga dilakukan melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker. Dante mengatakan dokumen tersebut disiapkan sebagai salah satu acuan penatalaksanaan kanker di Indonesia.
"Kami telah membuat Rencana Aksi Nasional atau RAN untuk kanker. Ini juga kontribusi dari teman-teman sejawat sekalian yakni dari Rumah Sakit Dharmais yang ikut serta dalam pembuatan RAN Kanker di seluruh Indonesia sehingga menjadi acuan untuk white book penatalaksanaan kanker di seluruh Indonesia," papar Wamenkes.