“Sistemnya boleh berbeda tapi standarnya sama. Sehingga ini menjamin data yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan itu juga memang memiliki kualitas yang setara,” kata Eko.
Menariknya, pemanfaatan AI yang disiapkan Kemenkes tidak berhenti pada MRI atau pemeriksaan gambar medis.
Teknologi tersebut juga berpotensi digunakan untuk menganalisis hasil skrining dalam program Cek Kesehatan Gratis. Data yang terkumpul dapat membantu pemerintah melihat kebutuhan tindak lanjut pasien secara lebih cepat.
AI bahkan diproyeksikan membantu persoalan yang terdengar sederhana tetapi krusial dalam layanan kesehatan, yakni ketersediaan logistik.
Sistem dapat digunakan untuk mendeteksi ketika stok alat kesehatan maupun bahan medis habis pakai mulai menipis. Dengan begitu, proses pengadaan dan distribusi diharapkan dapat dilakukan sebelum terjadi kekosongan.