Kemenkes Tanggapi Kisruh Banner Film Aku Harus Mati yang Kontroversial

Muhammad Sukardi
Kemenkes angkat bicara terkait banner film Aku Harus Mati yang kontroversial. (dok. Pemprov Jakarta)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya angkat bicara terkait polemik banner film Aku Harus Mati yang menuai kontroversi di ruang publik. Materi promosi tersebut dinilai provokatif dan berpotensi memicu pikiran negatif, terutama pada individu yang sedang dalam kondisi rentan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi menegaskan, banner film Aku Harus Mati mengandung isu bunuh diri dan ini sangat berbahaya.

"Penyajian isu bunuh diri di ruang publik tidak bisa dilakukan sembarangan. Cara penyampaian pesan yang tidak tepat dapat berdampak langsung pada keselamatan masyarakat," kata Imran dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).

Dia menambahkan, "Ketika tema bunuh diri dihadirkan tanpa kehati-hatian, dampaknya bisa menyentuh keselamatan publik."

Imran menjelaskan, media dan materi promosi memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara pandang masyarakat. Judul, visual, maupun narasi yang menyederhanakan bunuh diri sebagai solusi atas penderitaan dinilai dapat menurunkan daya tahan psikologis seseorang yang sedang rapuh.

Paparan berulang terhadap pesan yang meromantisasi atau menormalisasi tindakan tersebut, lanjut dia, berisiko menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsivitas, maupun trauma.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Film
4 hari lalu

Baliho Film Aku Harus Mati Tuai Kontroversi, Rumah Produksi Akhirnya Minta Maaf

Nasional
5 hari lalu

Panas! PDSKJI Marah Besar soal Banner Film Aku Harus Mati yang Viral

Megapolitan
5 hari lalu

Iklan Film Kontroversial Aku Harus Mati Dicopot, Ini Penjelasan Produser

Health
5 hari lalu

Banner Film Aku Harus Mati Berisiko Picu Pikiran Negatif Anak dan Remaja, IDAI Kasih Paham!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal