Kemenkumham Ingin Napi Teroris Diisolasi, Tidak Boleh Interaksi dengan yang Lain

Arie Dwi Satrio
Ilustrasi penjara. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ingin narapidana kasus terorisme benar-benar diisolasi atau berada di sel yang terpisah dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lainnya. Hal ini untuk mencegah penyebaran serta berkembangnya paham radikalisme di dalam penjara.

"Idealnya kan pelaku tipiter (tindak pidana terorisme) benar-benar diisolasi. Satu sel satu orang dan tidak bisa berinteraksi, komunikasi atau sosialisasi dengan WBP lainnya," ujar Kabag Humas Kemenkumham, Tubagus Erif Faturahman, Jumat (9/12/2022).

Erif menyebut, tidak ada yang bisa menjamin mantan napi tobat dan tidak mengulangi kejahatannya. Oleh karena itu, pembinaan di lapas harus dibuat semaksimal mungkin.

"Dalam sistem bagaimanapun dan jenis pidana apa pun, tidak ada yang bisa menjamin bahwa orang yang pernah dipenjara tidak akan mengulangi tindakannya kembali, termasuk terorisme," kata Erif.

Meski demikian, Erif mengklaim Kemenkumham telah melakukan upaya maksimal dalam pembinaan terhadap para narapidana, khususnya kasus terorisme.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
14 hari lalu

Gereja Yordania Ditembaki saat Upacara Pemakaman, 8 Orang Tewas

17 hari lalu

Prabowo Sebut Pelaku Karhutla sebagai Terorisme Lingkungan: Ini Kejahatan Kemanusiaan

1 bulan lalu

11 Tersangka Terorisme Ditangkap di 6 Provinsi, Punya Peran Berbeda

1 bulan lalu

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Diduga Terhubung Jaringan Daulah Islamiyah

2 bulan lalu

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Diperberat: Golongkan sebagai Terorisme Ekologi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal