Kemristekdikti Beri Bantuan Biaya Kuliah Anak Korban Terorisme

Tri Hatnanto
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (tengah). (Foto: Kemristekdikti/Dok))

Menteri Nasir mengatakan, menciptakan mahasiswa berkarakter unggul merupakan salah satu upaya yang digagas Kemenristekdikti dalam penangkalan radikalisme di kalangan mahasiswa.

Kemenristekdikti bersama LIPI, perguruan tinggi dan peneliti-peneliti ilmu sosial hingga saat ini tengah melakukan survey radikalisme dan wawasan kebangsaan pada pelajar dan mahasiswa.“Surveinya belum selesai, namun hingga Mei 2017 pernyataan untuk siap berjihad demi tegaknya khilafah pada kelompok mahasiswa mencapai 23,4 persen dan pada pelajar 23 persen,” tuturnya.

Angka tersebut, menurut Nasir, merupakan sinyal yang harus disikapi semua pihak, baik pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, orang tua maupun masyarakat umum tentang pentingnya menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air.

Nasir menilai, lunturnya pemahaman kebangsaan, lemahnya kemampuan berpikir kritis sivitas akademika, serta muatan kurikulum yang tidak mampu mencukupi kebutuhan  mahasiswa untuk menangkal radikalisme dan penyalahgunaan teknologi informasi, menjadi sebab mengapa munculnya radikalisme di lingkungan kampus.

“Hal yang harus dilakukan demi menciptakan mahasiswa berkarakter unggul adalah penguatan tri dharma perguruan tinggi, bagaimana manajemen mengelola mahasiswa dan perguruan tinggi, ini harus kita lakukan bersama-sama” ujar mantan rektor Universitas Diponegoro ini.

Untuk diketahui, sejak awal 2017 Kemenristekdikti telah menggelorakan semangat antiradikalisme, terorisme dan menanamkan kembali wawasan kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.

Hal ini ditandai dengan Deklarasi Anti-Radikalisme dan Terorisme di seluruh perguruan tinggi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan puncaknya adalah Deklarasi Anti-Radikalisme dan Terorisme yang dihadiri Presiden Joko Widodo bersama seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia pada 26 September 2017 di Bali.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Awas! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris Buat Rekrut Anak-Anak

Internet
11 hari lalu

Facebook Jadi Ladang Konten Radikal dan Terorisme, Ini Faktanya!

Nasional
11 hari lalu

Komdigi Take Down 8.320 Konten Radikal Terorisme, Terbanyak di Facebook

Nasional
11 hari lalu

5 Perekrut Teroris Anak Ditangkap, 1 Orang Ternyata Pemain Lama Pernah Dipenjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal