Kepercayaan Masyarakat Sebelum Masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia

Komaruddin Bagja
Kepercayaan masyarakat sebelum masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia.  (Freepik)


2.Dinamisme

Edward B. Tylor dalam bukunya yang berjudul "Primitive Culture: Research into the Development of Mythology, Philosophy, Religion, Language, Art and Custom" (1871) mengungkapkan bahwa kekuatan yang diatributkan kepada benda-benda yang disembah oleh masyarakat memberikan rasa nyaman, terutama ketika seseorang berada dekat atau bersentuhan dengan benda yang dipercayainya. 


Kepercayaan semacam dinamisme ini terus bertahan sepanjang waktu, bahkan hingga saat ini. Masih banyak orang yang percaya bahwa batu cincin dan benda-benda jimat lainnya dapat memberikan berbagai manfaat, seperti kekebalan, keberanian, dan kecantikan.

Kepercayaan-kepercayaan ini mencerminkan hubungan yang erat antara masyarakat dengan alam sekitar dan kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun agama Hindu dan Buddha kemudian masuk ke Indonesia dan memberikan pengaruh yang signifikan, jejak kepercayaan-kepercayaan tradisional tersebut masih dapat ditemukan dalam budaya dan praktik keagamaan di Indonesia hingga saat ini.

Itulah penjelasan mengenai kepercayaan masyarakat sebelum masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
4 hari lalu

Pesona Wat Nam Lad Wang Sang di Chiang Rai Thailand, Kuil dengan Stupa Emas yang Menenangkan

12 hari lalu

Festival Hindu di India Ricuh, 19 Orang Tewas Berdesakan dan Terinjak-injak

12 hari lalu

Horor! Truk Ngebut Seruduk Peziarah Hindu, 13 Orang Tewas

13 hari lalu

Bukan Cuma Melihat Candi, Prambanan Tawarkan Festival Budaya dan Spiritual di 2027

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal