Ketua Umum PBNU : Agama Diperalat sebagai Senjata Politik untuk Memperebutkan Kekuasaan

Faieq Hidayat
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menjadi pembicara di Riyadh, Arab Saudi. (Foto dok PBNU).

Gus Yahya memaparkan bahwa langkah lanjutan dari upaya tersebut adalah membangun strategi bersama untuk mentransformasikan pola pikir umat beragama.

“Masih banyak kalangan umat beragama yang memandang hubungan antaragama sebagai kompetisi politik, sehingga agama diperalat sebagai senjata politik untuk memperebutkan kekuasaan. Pola pikir ini harus diubah karena akan merusak harmoni sosial di antara kelompok agama yang berbeda-beda dan memustahilkan kelompok-kelompok yang berbeda itu hidup berdampingan secara damai," terangnya.

Dalam pidato pembukaannya, Sekjen Rabithah ‘Alam Islami menegaskan bahwa tujuan forum itu adalah untuk membangun bersama visi berkeadaban untuk mengkonsolidasikan nilai-nilai moderasi dalam masyarakat, menangkal ancaman pemikiran ekstrim antar kelompok serta mengubah konflik yang tercipta diantara agama-agama dan lingkungan-lingkungan budaya yang berbeda, menjadi kesepahaman, kerja sama dan solidaritas. Seusai acara, Sekjen Rabithah ‘Alam Islami mengundang Ketua Umum PBNU untuk melakukan pertemuan pribadi.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
30 hari lalu

Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung Diluncurkan, Angkat Kepemimpinan Berbasis Moral dan Kerja

Nasional
1 bulan lalu

Golkar Terbitkan 4 Fatsun: Tidak Serang Presiden-Patuh Putusan Negara

Nasional
1 bulan lalu

Ketum PBNU Beri Pesan ke Prabowo agar Tak Terbawa Arus Rugikan Palestina 

Nasional
2 bulan lalu

Prabowo Batal Hadiri Peringatan Harlah 100 Tahun NU, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal