Ketum PP Muhammadiyah: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru

Puteranegara Batubara
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) MuhammadiyahHaedar Nashir buka suara soal wacana perubahan struktur Polri dari di bawah presiden menjadi di bawah kementerian. Jika setiap masalah muncul dan dilakukan perubahan struktural, kata dia, justru menimbulkan masalah baru atau tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. 

"Apakah dengan ada masalah kementerian kita hilangkan, kita lebur dan lain sebagainya, atau juga ketika kita punya masalah dalam kehidupan masyarakat selalu perubahan struktural, cukuplah," kata Haedar kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (21/2/2026). 

Menurutnya, posisi Polri dan TNI di bawah presiden setelah Reformasi 1998 merupakan hasil dari pertimbangan yang matang. Mengingat, ketika itu seluruh proses dan institusi kenegaraan mengalami perubahan. 

Selain itu, Polri dan TNI merupakan alat negara yang sangat penting dengan fungsi yang berbeda. Jika ada masalah, katanya, akan lebih baik diperbaiki di internal institusi.

"Kalau ada masalah lebih baik lihat kondisi di dalam dan diperbaiki yang ada di dalam, sebagaimana juga ada masalah dalam birokrasi pemerintahan secara keseluruhan," ujar Haedar. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polri Minta Maaf soal Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa di Maluku hingga Tewas

57 tahun lalu

Temui Komisi III DPR, KSPSI-KSBSI-KSPI Kompak Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

57 tahun lalu

Kapolri Ajak GP Ansor-Banser Dukung Program Pemerintah: Terus Beriringan Bersama Polri

57 tahun lalu

Prabowo Instruksikan Korve, Polri Bentuk Satgas ASRI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal