Khawatir Lonjakan Covid-19, Pemkot Bogor Minta Atraksi Malam Kebun Raya Dikaji Ulang

Putra Ramadhani Astyawan
Wali Kota Bogor Bima Arya meminta atraksi malam di Kebun Raya Bogor dikaji ulang (Foto: Putra Ramadhani S)

BOGOR, iNews.id - Pemerintah Kota Bogor meminta kepada pengelola Kebun Raya Bogor dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait rencana dibukanya atraksi malam yang disebut GLOW. Hal itu untuk menjawab adanya kekhawatiran dari beberapa pihak salah satunya lima mantan kepala Kebun Raya Indonesia.

Kelima mantan kepala Kebun Raya Indonesia periode 1981-2008 itu mengirim surat resmi berjudul 'Menjaga Marwah Kebun Raya'. Mereka mengkritisi rencana atraksi malam GLOW karena berpotensi merubah keheningan malam di Kebun Raya Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa kewenangan Kebun Raya Bogor dipegang oleh BRIN. Dalam hal ini, dia hanya memastikan adanya singkronisasi antara pengembangan Kebun Raya Bogor dengan tata kota dan lainnya.

"Harus dipahami terkait kewenangan Kebun Raya yang dari dulu sampai sekarang menjadi otoritas dari LIPI yang sekarang jadi BRIN. Pemkot Bogor dalam hal ini berkoordinasi dengan Kebun Raya dan BRIN untuk memastikan adanya singkronisasi antara tata kota, fisik kota dan pengembangan Kebun Raya," kata Bima, di teras Balai Kota Bogor, Selasa (28/9/2021).

Saat ini, Pemkor Bogor dengan pengembang Kebun Raya Bogor dalam hal ini PT Mitra Natura Raya dan BRIN menyepakati bahwa Kebun Raya Bogor merupakan pusat konservasi juga pusat kajian atau riset selain wisata. Karena itu, konsep pengembangan semestinya harus berpedoman pada prinsip tersebut.

"Kebun raya ini lah yang menyelamatkan Kota Bogor. Kalau tidak ada Kebun Raya wajah Bogor tidak akan seperti ini. Kebun raya juga menjadi karakter Kota Bogor, Pemkot terus koordinasi dengan BRIN untuk mendorong proses diakuinya Kebun Raya sebagai world heritage ini berproses terus kita akan dukung itu. Karena itu sudah pasti apapun konsep yang kemudian dikembangan oleh Kebun Raya dalam hal ini sekarang dikelola Mitra Natura Raya ya saya kira harus dalam kerangka itu," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Megapolitan
4 hari lalu

Polisi Ungkap Modus Pemalsu Duit di Bogor, Ngaku Jadi Dukun Pengganda Uang

Megapolitan
6 hari lalu

Kebakaran Pabrik Helm di Bogor, Karyawan Panik Berhamburan ke Luar

Megapolitan
6 hari lalu

Potongan Tangan dan Kaki Mayat Pria dalam Freezer Ditemukan di Cariu Bogor

Megapolitan
18 hari lalu

Jadwal Imsak Bogor 19 Maret 2026, Jangan Telat Sahur!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal