Khozinudin soal GRIB Jaya Amankan Demo: Ormas Tak Boleh Ambil Tugas Aparat, Kita Diadu Domba

Jonathan Simanjuntak
Praktisi hukum, Ahmad Khozinudin (foto: iNews)

Sebaliknya, Khozinudin khawatir keterlibatan sipil dalam mengambil alih kewenangan tersebut justru dapat memicu konflik horizontal. Menurutnya, kondisi itu berpotensi membuat masyarakat saling berhadapan dan menjadi korban adu domba.

"Dan kalau kemarin yang turun berseragam polisi, kabur semua itu anak-anak. Tapi begitu yang turun orang sipil, orang lain mikir, ah lu juga sipil, gue juga sipil, apa urusan lu. Akhirnya itu, kita diadu domba," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GRIB Jaya, Zulfikar mengakui pihaknya ikut terjun ke titik kericuhan demo 27 Agustus 2026. Zulfikar menjelaskan, massa GRIB Jaya diturunkan setelah pihaknya melihat ada kericuhan dalam aksi demonstrasi. Dia menyebut massa yang membuat kericuhan bukan berasal dari kelompok pedemo.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat GRIB Jaya merasa terpanggil untuk ikut menjaga situasi agar kericuhan tidak semakin meluas.

"Kami juga sebagai warga negara terpanggil, kami juga punya hak untuk menjaga kota kami ini, negara kami ini, pemerintah kami ini, jangan sampai ada pihak-pihak yang semena-mena, seenaknya aja mau melakukan apa saja," kata dia di acara yang sama.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
5 hari lalu

SETARA Desak Polisi Bongkar Aktor di Balik Kekerasan Ormas saat Demo: Jangan Berhenti pada Pelaku Lapangan

5 hari lalu

Polisi Buru Aktor Intelektual Kerusuhan Demo DPR 27 Agustus!

6 hari lalu

Polisi Ungkap Daftar Pihak yang Diminta Bantu Amankan Demo 27 Agustus, Tak Ada Ormas

6 hari lalu

Polisi Tangkap 3 Perusak Kamera CCTV saat Kerusuhan Demo 27 Agustus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal