Kisah Dosen UNS Jalani Puasa 15 Jam di AS: Nggak Ada Kolak di Pinggir Jalan

Puti Aini Yasmin
Dosen UNS Jalani Puasa di Amerika Serikat

Meskipun begitu, Taufiq mengaku tidak bisa mendapatkan kolak untuk berbuka puasa. Padahal, biasanya di Indonesia, berbagai jajanan takjil dijual sepanjang jalan oleh para pedagang.

“Ya meskipun demikian saya tetap nggak bisa menemukan kolak di pinggir jalan kalau di sini,” tutur Taufiq disusul dengan tawa.

Sementara itu, dosen yang merampungkan pendidikan masternya di Universiteit Utrecht, Belanda ini mengatakan bahwa Ramadan tahub ini juga dijadikan sebagai sarana menyerukan Islam damai. Salah satu caranya yakni masyarakat Muslim menyelenggarakan salat tarawih di Times Square, New York.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ratusan umat Islam di Amerika berkumpul di jantung New York tersebut untuk menggelar tarawih sebagai penanda mulainya Ramadan. Taufiq memandang hal ini sebagai salah satu upaya mengenalkan Islam yang ramah.

“Umat Islam mencoba untuk mengampanyekan Islam yang damai. Karena itulah kemarin ada salat tarawih di Times Square. Berita ini pun menyebar luas di dunia karena ini pertama kalinya dalam sejarah,” tutup Taufiq

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Para Ahli dari 5 Negara Kekuatan Nuklir Berkumpul di New York, Bahas Apa?

Internasional
11 jam lalu

Menhan Israel Sesumbar Hancurkan Iran sampai Kembali ke Zaman Batu, Incar Mojtaba 

Internasional
12 jam lalu

Iran Sebut AS-Israel Gagal Hancurkan Sebagian Besar Persediaan Rudal, Siap Perang Lagi

Internasional
13 jam lalu

Pejabat Iran-AS Terbang ke Pakistan, Teheran: Tak Ada Perundingan Damai!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal