Kisah Jenderal Kopassus Bertemu Mantan Musuh yang Pernah Diperangi, Reuni Tak Biasa

iNews.id
Jenderal (Purn) AM Hendropriyono (foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Jenderal (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono merupakan salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki pengalaman tempur luar biasa. Bahkan, Jenderal Kopassus ini pernah berduel maut jarak dekat dengan komandan pasukan Barisan Rakyat (Bara) yakni Siauw Ah San saat operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) tahun 1973.

Dengan melawan PGRS, maka Hendropriyono juga harus berperang melawan mantan anak didiknya yang menjadi salah pimpinan kelompok separatis tersebut, yakni Bong Kee Chok.

Bong Kee Chok dan adiknya Bong Khun ternyata pernah dilatih Kopassus di Batujajar, Bandung. Keduanya sempat menjadi sekutu Indonesia untuk memerangi Inggris yang membantu Malaysia saat terjadi konfrontasi Indonesia-Malaysia.

PGRS lalu dicap komunis oleh pemerintahan Orde Baru yang belum lama bercokol. Presiden Soeharto ketika itu meminta TNI membasmi PGRS.

"Anak buah saya kenal semua sama komandan-komandan PGRS. Bahkan ada cerita, ada salah satu dari kita yang tertangkap dalam keadaan luka-luka. Karena kenal, diobatin, terus ditinggalin di pinggir kali,” kata Hendropriyono, dikutip dari buku Kopassus untuk Indonesia: Profesionalisme Prajurit Kopassus, Kamis (10/10/2024).

Hendropriyono yang ketika itu masih perwira pertama RPKAD (cikal bakal Kopassus) berangkat memimpin pasukannya melawan PGRS pimpinan Bong Kee Chok di Kalimantan.

Pasukan TNI beberapa kali menangkap dan melumpuhkan anggota PGRS. Hendropriyono juga berhasil mengalahkan salah satu komandan PGRS, Siauw Ah San dalam pertarungan duel. 

Namun, mertua Jenderal (Purn) Andika Perkasa ini tak pernah bertemu langsung dengan Bong Kee Chok di medan tempur. Panglima PGRS tersebut baru keluar dari hutan pada November 1973 dan menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Malaysia.  

“Sesudah selesai pertempuran, Syarif Ahmad Sofyan tertangkap. Bong Khon dan Bong Kee Chok menyerah di Bandar Sri Aman,” kata Hendropriyono.

Jenderal AM Hendropriyono (dok. MPI)

Berpuluh-puluh tahun kemudian atau pada 2005, Hendropriyono yang sudah beranjak tua bertemu dengan Bong Kee Chok, sang mantan musuh. Hendropriyono mengenang pertemuan tersebut berlangsung dengan hangat. 

Pertemuan ini berawal dari niat Hendropriyono yang ingin membuat buku dan membutuhkan informasi dari pihak PGRS. Dia mengontak kenalannya di Malaysia, Datuk Zakaria, yang mengaku kenal Bong Kee Chok. 

Mereka akhirnya bertemu di Singapura sebagai tempat yang netral. Di awal pertemuan, Hendropriyono sempat salah orang. Seorang sopir dikiranya Bong Kee Chok. 

“Pas mau saya salamin, dia bilang, oh bukan saya, saya driver-nya. Yang datang itu ternyata sopirnya duluan. Salah potret deh,” kata Hendropriyono.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Buletin
8 jam lalu

Video Baru Hizbullah: Rudal dan Drone Kamikaze Lumpuhkan Tank Merkava Israel

Nasional
15 jam lalu

4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Nasional
1 hari lalu

Eks Kapuspen TNI Sebut Ternate Mayoritas Muslim: Pembubaran Nobar Pesta Babi demi Keamanan

Nasional
1 hari lalu

KSAD soal Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Nasional
1 hari lalu

KSAD Buka Suara soal Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, Bantah Ada Instruksi Pimpinan TNI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal