"Kalau kita bisa lakukan sendiri, kenapa harus lewat Amerika," kata Benny dalam buku Belajar Uji Nyali dari Benny Moerdani.
Langkah Benny tersebut berbeda dari pendekatan yang ditempuh sejumlah negara Asia lainnya. Misi pengiriman senjata super rahasia itu diberi nama sandi Flying Carpets atau permadani terbang.
Bantuan yang dikirim mencakup berbagai jenis persenjataan, seperti senapan AK-47, senjata antitank, senapan SKS, serta sejumlah perlengkapan militer lainnya. Pengiriman dilakukan melalui Pakistan dengan menggunakan logo Palang Merah Internasional.
Untuk menyamarkan isi kiriman, senjata dan peralatan militer ditempatkan di bagian bawah peti. Sementara itu, bagian atasnya diisi berbagai obat-obatan dan selimut agar kiriman tersebut tampak seperti bantuan kemanusiaan.
Berkat perencanaan dan kecermatan Benny bersama anak buahnya, bantuan itu berhasil mencapai para pejuang mujahidin Afghanistan.
Dalam perjalanan sejarahnya, pasukan Uni Soviet akhirnya menarik diri dari Afganistan pada 1989 setelah hampir satu dekade terlibat dalam perang.