Kisah Pilu Relawan Karhutla Kalimantan, Patungan Rp10 Ribu hingga Padamkan Api Tanpa APD Lengkap

Mei Sada Sirait
Relawan karhutla di Kalimantan. (Foto: Instagram)

Di tengah situasi tersebut, para relawan harus memikirkan kebutuhan operasional secara mandiri. Salah satunya bahan bakar untuk menghidupkan mesin pompa air yang digunakan membantu memadamkan api.

Zaskia mengungkapkan, uang untuk membeli bensin dikumpulkan dari kantong masing-masing relawan. Nominalnya mulai Rp10.000, Rp15.000, hingga Rp20.000.

"Jadi di sini ada masyarakat sebagai relawan mandiri, mereka ikut madamin setiap hari. Dan tahu nggak, buat beli bensin, buat ngidupin mesin ya, mereka itu patungan dari uang mereka masing-masing: Rp10.000, kadang Rp15.000, Rp20.000," kata Zaskia.

Cerita itu membuat Zaskia semakin tersentuh karena para relawan tidak mendapatkan bayaran atas tenaga yang mereka keluarkan. Bahkan, mereka harus menyisihkan uang pribadi untuk memastikan upaya pemadaman tetap berjalan, meski kondisi ekonomi mereka juga terbatas.

"Jadi, yang bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka nggak digaji. Bahkan mereka untuk memadamkan, untuk mereka butuh bahan bakar, mereka patungan, dan tidak dalam kondisi berlebih gitu, jadi dalam kondisi yang terbatas juga," ungkapnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
6 jam lalu

Atasi Karhutla, Pemerintah Gunakan Dry Ice OMC untuk Pecah Asap dan Datangkan Hujan

6 jam lalu

Zaskia Adya Mecca Turun Langsung ke Karhutla Kalimantan, Jadi Relawan Bantu Warga

7 jam lalu

Kasus ISPA di Palangka Raya Naik Jadi 11.276, Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan

9 jam lalu

Karhutla Kembali Menyala di Sampit, Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal