Kisah Prabowo Memburu Pentolan Fretilin Nicolau Lobato, Jejak Terendus dari Teropong US Navy

Riezky Maulana
Prabowo Subianto semasa bertugas di Korps Baret Merah. (Foto: IG/Prabowo Subianto).

Dalam Operasi Nanggala 28 itu, nama radio Prabowo yakni Kancil. Perintah pindah datang dari Sahala. “Kancil, besok Anda segera kembali ke Soibada. Di Soibada, Kancil akan dijemput helikopter,” kata Sahala, ditirukan Prabowo.

Di Soibada, Prabowo bertemu Sahala yang memiliki nama radio Gajah. Seperti sebelumnya, dia mendapat briefing alias arahan singkat dan beberapa titik koordinat yang harus ditujunya bersama pasukan demi memburu Presiden Fretilin, Nicalao Dos Reis Lobato.

Baru beberapa jam berjalan, pasukan Prabowo dihujani tembakan dari sebuah pos musuh. Kompi kecil berhasil membuat gerombolan Fretilin kabur menyelamatkan diri. 

Pasukan Prabowo berhasil menguasai bukit kecil. Di pos itu pula tercecer sebuah teropong pandang Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy. Prabowo pun melaporkan melalui radio kepada Sahala Radjagukguk.

Mendengar laporan tersebut, Sahala memutuskan untuk bergerak ke tempat Prabowo. Menggunakan helikopter Bolkow Bo 105, Sahala tiba beberapa waktu kemudian. Namun saat hendak mendarat, heli diberondong tembakan dari musuh yang ternyata bersembunyi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 jam lalu

Perwira Kopassus Letda Jihad Ahmad Al Rasyid Tewas Diduga Tertembak, Keluarga Buka Suara

10 jam lalu

Prabowo Belum Setujui Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi, Minta Dikaji lagi

12 jam lalu

Presiden Prabowo Panggil Yusril ke Istana, Bahas Usulan Perubahan Definisi Korupsi

13 jam lalu

MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, Ini Langkah Menteri Hukum

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal