Selain Harmoko, Pak Harto juga mengajak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hasan, Menteri Koperasi dan UKM Bustanul Arifin, dan Menteri Kehakiman Ismail Saleh.
"Harmoko, kamu masih tetap bantu saya untuk Kabinet Pembangunan V nanti ya," kata Pak Harto saat asyik memancing.
Permintaan itu membuat kaget Harmoko. Sebab, permintaan itu disampaikan saat suasana santai mancing bersama, bukan dalam acara yang resmi. Berbeda dengan periode pertama yang dipanggil ke Cendana.
Meski bingung dan bertanya-tanya, Harmoko hanya bisa mengiyakan karena pembentukan kabinet adalah hak prerogatif presiden sebagai mandat MPR.
Cara berbeda juga dilakukan Soeharto saat meminta Harmoko kembali bergabung di Kabinet Pembangunan untuk periode ketiga pada 1993. Permintaan itu disampaikan saat Harmoko dan keluarganya sedang persiapan makan sahur.