Komisi I DPR Klaim Tak Larang Investigasi Jurnalistik: Konten Eksklusif yang Kita Atur

Achmad Al Fiqri
Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo menjelaskan soal RUU Penyiaran, Jumat (14/6/2024) (Foto: Achmad Al Fiqri)

"Nah kalau terhadap suatu kasus gampang saja lah, Kopi Sianida kan sekarang ada filmnya, filmnya ditayangkan di mana? di Netflix bukan di tempat lain. Nah kalau di Netflix apa? Tangan kita ga bisa menjangkau, nah kalau yang seperti ini gimana dong? Kasus hukum sudah diputuskan ada filmnya," ujar Bobby.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Yadi Hendriana menegaskan tak sepakat dengan sejumlah pasal yang ada di dalam RUU Penyiaran. Revisi terhadap beleid itu dinilai perlu, tetapi tak membuat demokrasi mundur dengan merenggut kebebasan pers.

"Kami juga paham bahwa UU Penyiaran ini sudah lama dibahas dan perlu ada revisi. Tetapi kemudian bukan berarti revisinya justru akan membuat wajah buruk dari demokrasi kita. ini berbahaya," kata Yadi, Jumat dalam forum yang sama.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
22 jam lalu

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Digagalkan, Dasco: Kita Wajib Perangi Narkoba!

24 jam lalu

DPR Usul Revisi UU Kehutanan, Pelaku Karhutla Dimasukkan ke Golongan Teroris

4 hari lalu

DPR Desak BNPB Cegah Karhutla Sejak Dini, Bukan Hanya Padamkan Api

5 hari lalu

Anggota DPR Soroti Dampak Karhutla, Minta Pemerintah Pertimbangkan Status Bencana Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal