“Terima kasih atas dukungannya. Semua capaian ini bukan semata Kementan, tapi dukungan luar biasa Ibu Ketua, Wakil Ketua, seluruh Komisi IV DPR RI. Hampir mustahil kita capai semua ini tanpa Bapak Ibu semua yang memberi support luar biasa, memberi masukan,” ungkap Amran.
Menurut Amran, keberhasilan mencapai swasembada delapan komoditas tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada 8 yang sudah swasembada,” ujar Amran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026), menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan strategis pada 2026. Capaian tersebut terjadi lebih cepat dari target awal pemerintah.
Berdasarkan neraca pangan 2026, produksi beras diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Sementara produksi jagung diperkirakan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di angka 16,44 juta ton.