“Mau bangun yang lebih layak dan gede, tapi belum ada biaya,” ucapnya.
Yanuar dari tim ACT Kediri mengatakan, selain bangunan yang sudah tidak memadai untuk belajar Alquran, kekurangan tenaga pengajar juga menjadi hambatan Ustaz Heri dalam melaksanakan pengajian. Saat ini Ustaz Heri hanya dibantu sang istri untuk mengajar.
“Beberapa faktor sulit mencari guru ngaji tambahan itu pertama karena orang di sekitar situ (Gubuk Qur’an) belum ada yang mampu mengerti Alquran. Kedua enggak digaji," jelasnya.
Melihat kondisi Gubuk Qur’an ini, ACT Kediri mengajak Sahabat Dermawan turut serta berinvestasi akhirat dengan membantu pembangunannya. Tim ACT Kediri berusaha mewujudkan rumah tahfidz yang nyaman dan aman untuk para santri Gubuk Qur'an.