Konsekuensi Penyiaran Digital, Konten Media Baru Harus Diatur

Felldy Aslya Utama
Ilustrasi (AFP)

JAKARTA, iNews.id - Digitalisasi penyiaran harus diimbangi dengan kesiapan regulasi konten media baru. Hal ini diperlukan sebagai konsekuensi terbangunnya tol virtual dari hasil pelaksanaan digitalisasi penyiaran akan membuat internet semakin mudah diakses.

Dengan adanya digital deviden sebesar 112 Mhz pada penggunaan frekuensi, memungkinkan pemerintah menggerakkan sektor telekomunikasi untuk membangun infrastruktur internet berkecepatan tinggi. Bahkan memungkinkan untuk diterapkannya teknologi 5G, maupun perkembangan teknologi di masa depan.

Akan tetapi keberadaan tol virtual juga akan berakibat pada luberan konten di media baru. Jika selama ini televisi teresterial mendapatkan pengawasan, maka pengawasan serupa harus diberlakukan pada semua platform media baru.

Karena perkembangan teknologi dan keberadaan tol virtual akan membuat penetrasi informasi dan hiburan melalui internet akan jauh lebih dominan dibandingkan televisi.

Komisioner Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardly Stefano Pariela, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Forum Legislasi bertema “RUU Penyiaran: Bagaimana Masa Depan Digitalisasi Penyiaran di Indonesia?”di Media Center DPR RI, Jakarta (11/08/2020).

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
11 jam lalu

KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulum Sekolah Dasar

8 hari lalu

KPI Usul BPS Gandeng Media Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, Cegah Hoaks

11 hari lalu

Piala AFF 2026 Tayang di TV dan YouTube, KPI Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Media dan Etika Penyiaran

21 hari lalu

DPR Setujui 9 Anggota KPI 2026-2029, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal