Konsep Diakronik: Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh, dan Bedanya dengan Sinkronik

Shabrina Saraya
Ilustrasi Diakronik dalam Sejarah (freepik)

JAKARTA, iNews.id - Diakronik merupakan salah satu konsep yang membahas mengenai cara berpikir dalam sejarah. Terdapat dua cara berpikir dalam mempelajari sejarah, yaitu diakronik dan sinkronik.

Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Diakronik?

Diakronik berasal dari kata diachronic yang berarti melampaui, dan chronicus yang  berarti waktu dalam bahasa bahasa latin. Sehingga, dapat diartikan diakronik adalah cara berpikir yang kita gunakan untuk melampaui waktu namun masih terikat oleh batasan ruang.

Dikutip dari buku ‘Hafal Mahir Materi Sejarah SMA’ karya Santi Sari Dewi, pola pikir ini menggunakan pemikiran bahwa suatu sejarah terjadi pada satu tempat tertentu namun dalam kurun waktu yang tidak terbatas.

Sejarah yang menggunakan cara berpikir diakronik memiliki urutan sejarah yang memanjang dan merinci. Dari awal terjadi peristiwa hingga akhir peristiwa dijelaskan secara detail.

Dengan konsep ini, seseorang akan mampu mendapatkan gambaran penuh dalam mendalami peristiwa karena sejarah yang diceritakan dengan berpikir diakronis menjelaskan secara panjang sesuai urutan kronologis suatu peristiwa. Tak hanya untuk mempelajari sejarah, diakronik juga mampu untuk memecahkan berbagai masalah.

Ciri-ciri Diakronik

Berikut ciri-ciri dalam berpikir diakronik melansir buku “Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA Kelas 10” karya Windriati

  • -  Memanjang dalam waktu
  • - Memiliki hubungan sebab-akibat 
  • - Memiliki sifat yang dinamis
  • - Lebih menekankan pada proses durasi
  • - Bersifat monolog dan beralih bentuk

Contoh Cara Berpikir Diakronik dalam Sejarah 

1. Kronologi Pertempuran Ambarawa (20 Oktober-15 Desember 1945)

  • - Tentara Sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945.
  • - Pada tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah terjadi tembak-menembak antara para pejuang kemerdekaan dengan pasukan Sekutu.
  • - Kolonel Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar pada tanggal 11 Desember 1945.
  • - Serangan mulai dilancarkan pada tanggal 12 Desember 1945 pukul 4.30 pagi.
  • - Pertempuran berakhir pada tanggal 15 Desember 1945 dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa. Sekutu dibuat mundur ke Semarang.
Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

57 tahun lalu

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

57 tahun lalu

Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa

57 tahun lalu

Sejarah! Autumn Durald Arkapaw Jadi Wanita Pertama Memenangkan Best Cinematography untuk Film Sinners

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal