Ia pun menduga ada keadilan rakyat yang tak tersampaikan sehingga hingga dibawakan oleh para komika. Khozinudin pun mempertanyakan ke mana para ulama hingga wakil rakyat yang seharusnya menyuarakan hal itu.
"Tapi kenapa hari ini sampai masuk ke substansi kekuasaan? Artinya ada ada value keadilan di tengah rakyat yang teralienasi, tidak ada pembelanya, sampai-sampai komika turun gunung, ke mana ulama kita? Ke mana DPR kita?" sambung dia.
"Ke mana mereka yang selalu bertindak atas nama rakyat yang hari ini melihat anomali kekuasaan diam," ucap Khozinudin.