JAKARTA, iNews.id - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau lembaga penyiaran televisi dan radio untuk terus menyampaikan informasi aktual mengenai kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) lalu meninggalkan duka mendalam.
Namun, informasi mengenai situasi dan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak dinilai masih minim.
Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso mengatakan, informasi yang aktual dan dapat dipercaya sangat penting untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Dalam situasi darurat ini, peran lembaga penyiaran sangat dibutuhkan dalam upaya menjembatani informasi yang ada di wilayah terdampak dengan masyarakat luar," kata Tulus di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
"Informasi ini juga dapat menjadi sumber data bagi pemerintah, baik daerah maupun di pusat, untuk mengambil langkah-langkah dan kebijakan strategis dalam rangka penanganan dan juga pemulihan masyarakat di wilayah terdampak,” tambahnya.